Stigma Negatif Terhadap Gen Z, Susah Dapat Kerjaan

Admin
Admin
...

Kabarsulut.com - Sering dikenal sebagai Gen Z yakni Generasi Z era ini menanggung stigma berat mulai dari mental yang lebih rentan, generasi tech savy alias melek teknologi, hingga stigma malas bekerja dan etos kerja yang rendah.

Gen Z sendiri merupakan generasi yang lahir pada era 1996-2012. Generasi ini cenderung lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dibanding generasi-generasi sebelumnya. Biasanya Gen Z lebih suka berkomunikasi melalui media sosial seperti instagram,Twitter,WhatsApp dan aplikasi sosial media lainnya.

Kondisi hari ini membuat Gen Z hidup dalam stigma sosial yang cenderung negatif, disamping kenyataan bahwa generasi ini menempati komposisi terbesar dalam demografik penduduk di Indonesia.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menyebutkan terdapat sekitar 9,9 juta jiwa penduduk usia muda 15-24 tahun yang mencerminkan angkatan Gen Z menjadi penduduk dengan kategori tanpa kegiatan atau youth not in education,employment, and training (NEET) per Agustus 2023.

Dari angka hampir 10 juta tersebut 5,73 juta merupakan perempuan muda sedangkan 4,17 juta orang tergolong laki-laki muda. Sementara struktur penduduk Indonesia menurut Sensus Penduduk 2020, di dominasi oleh penduduk usia muda dengan komposisi Gen Z sebesar 27,94% dari total 270,2 juta populasi di Tanah Air.

Kondisi semakin sulit untuk Gen Z mendapatkan kerja juga tercermin dari hasil survei Bank Indonesia (BI) yang juga menunjukkan bahwa ekspektasi atas ketersediaan lapangan kerja dalam waktu 6 bulan mengalami penurunan di awal 2024 lalu.Dalam survei Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan kerja BI keyakinan masyarakat untuk dapat kerja dalam 6 bulan di 2024 turun menjadi 129,9 di Desember 2023 dari 131,4 pada November 2023.

Dua persoalan Gen Z yang berhasil dipotret saat ini adalah terjebak pinjaman online (pinjol) dan impulsif berbelanja di tengah seretnya generasi ini memperoleh pekerjaan.Angkanya bahkan mencapai lebih dari lebih dari 20.000 rekening di banding sebelumnya hanya 67.744 rekening pada Januari 2021 menjadi 90.668 rekening pada Maret 2024.

Seiring meroketnya jumlah rekening,volume pinjaman juga melesat dari kategori peminjam berusia 19 tahun ke bawah.Pada periode waktu yang sama, volume pinjaman naik lebih dari 4 kali lipat kali, dari Rp47,44 miliar menjadi Rp211,43 miliar.

Pertumbuhan pinjol juga terjadi di kelompok peminjam berusia 19 - 34 tahun, dengan volume pinjaman meroket dari Rp7,75 triliun menjadi Rp28,80 triliun untuk periode yang sama. sementara jumlah rekening pada akhir Maret 2024 untuk kelompok ini mencapai 9,18 juta.

Selain itu, riset Populix dalam Digital Economic and Financial Outlook 2024 memotret perilaku impulsif Gen Z. Generasi Z yang mayoritas lajang sangat dipengaruhi oleh tren di lingkungan sekitar mereka.Di tengah percepatan pemulihan ekonomi, Indonesia kini berada dalam kondisi menikmati masa bonus demografi. Menurut Bloom & Williamson (1998) dan Mason (2001), bonus demografi merupakan pemegang kunci pertumbuhan ekonomi serta sebagai kontributor penting dalam kemajuan perekonomian regional.

Secara spesifik di Indonesia, Adriani & Yustini (2021) menyatakan bahwa bonus demografi sebagai motor pertumbuhan ekonomi di Indonesia, perlu didukung dengan penciptaan human capital melalui tenaga kerja muda yang berkeahlian.

Sementara International Labour Organization (ILO) menyatakan penduduk muda sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi, justru menjadi salah satu kelompok yang terdampak kuat oleh krisis seperti era pandemi Covid-19 dan memerlukan solusi tersendiri dalam pemulihan dampak perekonomian, khususnya terkait dengan ketenagakerjaan.

Padahal, dalam memulihkan perekonomian, diperlukan adanya inklusivitas agar pemulihan ekonomi dapat dirasakan oleh semua pihak yang terdampak oleh adanya pandemi, termasuk para pemuda.

Menurut LPEM UI, Indonesia mempunyai cita-cita untuk menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045 dan hal ini memerlukan pertumbuhan ekonomi yang jauh melampaui tingkat saat ini. Namun jika Gen Z terus terjebak dalam lingkaran pengangguran, cita-cita ini bakal sulit terwujud.

BeritaGaya HidupKota ManadoMotivasiReviewViral

Admin

Media digital berita Indonesia dan dunia terbaru, dan terpercaya.